Resensi Novel My Names Is Memory karya Ann Brashares


Judul                     : My Names Is Memory
Penulis                  : Ann Brashares (2010)
Penerjemah          : Ambhita Dhyaningrum
Penerbit                : PT Bentang Pustaka
Tahun Terbit          : 2011
Jumlah Halaman  :446 Halaman

Andai Kematian Adalah Akhir......

Sinopsis : Entah Daniel harus bersyukuratau menyesal. Maut tak kuasa menghapus semua jejak kehidupan lalunya. Setiap terlahir kembali, dia bisa mengingat dirinya yang dulu, termasuk orang-orang yang pernah lahir dalam hidupnya, teristimewa Sophia.

Sophia mungkin adalah satu-satunya alasan Daniel telah menahan derita disetiap kehidupan. Sejak pertama dia hadir dalam sosok gadis muda yang menemui ajal karena perbuatannya, Daniel terus diburu perasaan bersalah. Kehidupan-kehidupan berikutnya bak sebuah mimpi buruk. Harapan tak terbalas dan kehidupan yang pahit menyerbu silih berganti. Sophia menjelma menjadi sosok yang nyaris tak terengkuh.

Kini, sekali lagi nasib begitu bermurah hati mempertemukan mereka. Dalam sosok remaja dengan usia yang tak terpaut jauh, seharusnya mereka memiliki lebih banyak kesempatan menentukan takdir. Namun,akankah takdir mereka kali ini bernama cinta?

Ringkasan:

Sebuah perjalanan cinta seorang pemuda yang rela menarhkan nyawanya agar bisa membalas kesalahannya dimasa lampau. Bermula sekitar ribuan tahun yang lalu saat ada peperangan di dunia ini. Pemuda yang bernama Daniel Yang menanggung dosa kepada seorang anak perempuan yang telah ia bakar di sebuah rumah, dan gadis itu pun meninggal. Karena rasa bersalahnya kepada gadis tersebut, daniel sampai berkelahi dengan kakaknya, dan ia pun ikut meninggal pada jaman tersebut.

Ratusan tahun setelahnya, ia dilahirkan kembali. Setelah beranjak dewasa, ia dapat mengingat masa lalunya dan selalu bermimpi buruk akan kejadian tersebut. Ternyata gadis tersebut juga terlahir kembali, tetapi ia tidak memiliki kemampuan seperti Daniel. Gadis tersebut bernama Sophia, ia menikah dengan kakaknya yang bernama Joaquim yang bersifat kasar kepada istrinya. Daniel tidak tega melihat Sophia selalu dikasari dan ia pun memutuskan untuk membawa sophia pergi dari rumah dan menyembunyikannya. Saat Daniel kembali untuk menemui ibunya, ia terbunuh oleh kakaknya yang marah karena istrinya dibawa kabur oleh Daniel. Dikehidupan-kehidupan selanjutnya pun ia selalu meninggal dengan cara yang tragis.

Ribuan tahun setelahnya, Daniel dapat menemukan Sophia yang saat itu bernama Lucy. Setelah lulus sekolah, mereka tidak pernah bertemu, walau pun sebenarnya mereka berdua selalu emikirkan satu sama lain. Sampai suatu saat Sophia berniat untuk mencari tahu siapa daniel itu sebenarnya kepada seorang peramal. Setelah Lucy mengetahuinya, ia malah tidak bisa berhenti untuk meikirkan Daniel. Bahkan ia rela pergi ke Inggris untuk mencari surat yang ia tulis untuk dirinya sendiri di kehidupan sebelumnya. Setelah ia kembali ke Virginia, ia bertemu dengan Joaquim yang mengaku sebagai Daniel. Lucy pun mempercayainya dan ikut dengannya untuk berlibur ke Mexico. Daniel yang mengetahuinya langsung menyusul mereka ke Mexico untuk menyelamatkan Sophia. Daniel pun bertemu dengan Lucy, dan ia membawanya kabur dari kejaran Joaquim ke sebuah pulau kecil di Mexico.

Dipagi harinya, Joaquim pun dapat menemukan merekan dan mencoba untuk mmbunuhnya. Daniel dan Sophia pun dapat melarikan diri dengan cara berenang dengan tujuan sampai di China. Walaupun lengan Daniel sempat terkena tembakan dari Joaquim, ia dan Lucy pun tetap berusaha berenang sekuat tenaga samapi akhirnya mereka berdua bertemu dengan seorang nelayan. Setelah mereka berdua sadar, Daniel menyuruh Lucy pergi ke India untuk menyelamatkan diri dari kejaran Joaquim. Tetapi Daniel tetap tinggal di Mexico dengan harapan ia dapat membunuh Joaquim. Lucy yang sudah sampai di India cemas memikirkan Daniel, yang pada saat itu juga ia sedang mengandung anak Daniel. Akankah Daniel akan kembali untuk bertemu Sophia dan buah hatinya?

Pendapat pengarang : Cerita ini menceritakan sebuah kisah cinta seorang pemuda yang rela menaruhkan nyawanya hanya untuk wanita yang ia cintai. Buku ini juga mengajarkan kita untuk mengetahui apa artinya cinta yang sesungguhnya. Cinta selalu melekat dalam jiwa, tidak akan terhapus oleh waktu bahkan kematian sekalipun. Memang benar cinta itu butuh pengorbanan, tak tergoyahkan seberapa besar halangannya. Seperti Daniel yang rela mati demi orang yang ia cintai, bahkan ia rela menyebrangi samudra demi wanita yang ia cintai terselamatkan.

Bahkan kesulitan terbesar yang Daniel alami yaitu saat Sophia tidak dapat mengingat masa lalunya, bahkan mengingat Daniel. Daniel pun dengan sabar untuk membuat Sophia dapat mengingat masa lalunya. Dan dalam cerita ini, karakter yang bernama Sophia berganti-ganti nama yang membuat susah Daniel untuk menemukannya.

Tentang Penulis:




Ann Brashares lahir di Alexandria, Virginia dan menghabiskan masa remajanya di Chevy Chase, Maryland. Penulis yang lahir pada 1967 ini pernah mempelajari filsafat di Barnard College. Sebagian novelnya berkisah tentang kehidupan perempuan. Judul-judulnya antara lain The Sisterhood of the Traveling Pants, Forever in Blue, The Last Summer ( of You and Me ), 3 Wilows, The Sisterhood Grows, dan My Name Is Memory. Beberapa novel telah dan akan difilmkan, seperti My Name Is Memory. Saat ini Ann Brashares tinggal bersama suami dan keempat anaknya di New York.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.