Resensi Novel Milea Suara dari Dilan karya Pidi Baiq




Identitas Buku
Judul                     : Milea Suara dari Dilan
Penulis                  : Pidi Baiq
Penerbit                 : Pastel Books
Tahun Terbit           : 2016
Cetakan                 : Ke-3
Jumlah Halaman   : 360 Halaman
ISBN                     : 978-602-0851-56-3

Sinopsis
“Dilan memberi penggambaran lain dari sebuah penaklukan cinta & bagaimana indahnya cinta sederhana anak zaman dahulu.” @refaniris
“Cuma satu yang kuinginkan, aku ingin cowok seperti Dilan.” @_SLovaFC
“Dilan brengsek! Dia selalu tahu caranya menjadi pusat perhatian, bahkan ketika jadi buku, setiap serinya selalu ditunggu.” @Tedy_Pensil
“Membaca Dilan itu seperti jatuh cinta lagi, lagi, dan lagi. Ah, indah, deh. Rasanya tidak pernah bosan membacanya.” @agungwyd
“Bukan Cuma sekedar novel, tapi bias menjadikan yang malas baca jadi mau baca.” @cobra_iqq
“Kisah cintanya gak lebay. Dilan tahu bagaimana memperlakukan wanita. Novelnya keren, bahasanya gak bertele-tele.” @AH_DILAN
“Terima kasih Dilan telah menginspirasiku lewat ceritamu bersama Milea. Terima kasih Surayah, novelmu seru.” @EnciSrifiyani
“Dari Dilan kita belajar mengistimewakan wanita, romantis yang gak kuno, bahkan menjadi ayah & bunda yang hebat ” @ginaalna
“Ternyata Dilan satu-satunya novel yang aku harap ceritaya terus berlanjut, dan tidak ingin ada akhir.” @TriaFitriaN41


Siapa yang tidak tahu novel karya Pidi Baiq yang berjudul Dilan, Dia adalah Dilanku Tahun 1990 dan Dilan, Dia adalah Dilanku Tahun 1991 ? 

Kedua novel tersebut menceritakan kisah asmara Dilan dan Milea  pada waktu masih duduk di bangku SMA, tahun sembilan puluhan di Bandung. Dan bersumber dari sudut pandang Milea.

Masih sama dengan kedua novel sebelumnya. Milea Suara dari Dilan berisi tentang kisah asmara Dilan dan Milea. Tetapi yang membuat berbeda dari kedua novel sebelumnya adalah novel ini bersumber dari sudut pandang Dilan dan ada beberapa tambahan cerita dari Dilan yang belum diceritakan oleh Milea kedua novel sebelumnya.

Novel ini juga menceritakan pengenalan singkat Dilan waktu ia kecil, kehidupan remajanya, ketika Dilan putus dengan Milea, kehidupan keluarganya, sampai Dilan dan Milea bertemu lagi di acara reuni SMA.

Kelebihan : 
Cover bukunya simple dan bagus, cocok dengan warna backgroundnya.
Bahasa yang digunakan mudah dipahami pembaca dan tidak bertele-tele.
Terdapat gambar-gambar yang membuat novel menjadi tidak monoton.
Puisi-puisinya bagus, seperti puisi yang berjudul Kekuatan halaman 132 dan Untuk Lia halaman 192.
Novel ini mengajarkan kita agar tetap tegarketika putus dengan pacar. Seperti yang Dilan ceritakan di bagian Masa-masa Jauh dari Lia halaman 231.
Kelakuan Dilan yang konyol serta apa adanya membuat pembaca menjadi terhibur. Seperti waktu Dilan masih umur lima tahun ingin menjadi macan tapi itu tidak mungkin, memberi nama sepedanya Mobil Derek, memberi nama ikan cupangnya Moci Cianjur, dan masih banyak lagi. 
Novel ini juga bisa menjadi pelajaran untuk pembaca bagaimana taktik menguasai wanita.

Kekurangan :
Untuk pembaca yang belum membaca novel pertama dan kedua, pasti akan merasa digantung dan kurang puas ketika membaca novel Milea Suara dari Dilan. Karena ada beberapa kejadian yang Dilan bahas, tetapi tidak diceritakan lebih detail. Penulis hanya menceritakan apa-apa yang diperlukan dengan tanpa harus mengulang apa yang sudah diceritakan pada kedua novel sebelumnya.
Pada bab 17. Ancika Mehrunisa Rabu halaman 295 dijelaskan, zaman dulu batasan masa studi maksimal bisa sampai 14 tahun. Sebenarnya 14 semester atau 7 tahun.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.