Resensi Novel Dealova karya Dyan Nuranindya
DEALOVA
(Dyan Nuranindya)
Judul : Dealova
Penulis : Dyan Nuranindya
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2006
No. Halaman : 304 Halaman
ISBN : 979-22-0760-0
Tema : Perhatian, rasa sayang dan kesabaran akan menumbuhkan rasa cinta.
Sinopsis
Seorang siswi cantik dari SMU Persada bernama Karra. Di sekolah, Karra dikenal sebagai sosok yang cukup pintar, nakal, dan jago basket. Sementara itu, di rumah, ia dikenal sebagai sosok yang manja sekaligus "cuek". Kehidupan di sekolah dan di rumah inilah yang membawa Karra masuk dalam kehidupan dua pria yakni Dira dan Ibel. Dira yang jago basket pertama kali dikenal Karra di sekolah. Perkenalan mereka diawali dari sebuah lapangan basket. Sedangkan, Ibel yang jago gitar pertama kali dikenal Karra di rumah Karra. Ibel adalah teman kuliah sekaligus sahabat karib abang Karra, Iraz. Lewat karakter dan cara berbeda, Dira dan Ibel berusaha menyampaikan rasa kasihnya pada Karra. Bagi Karra, Dira yang sering ketus, galak, dan kurang ajar seolah selalu ingin menyakiti dirinya ternyata lebih menarik perhatiannya ketimbang Ibel yang penuh perhatian dan senantiasa berupaya menyenangkannya. Tak heran, bila akhirya Dira dipilih Karra menjadi pacarnya. Untuk itu, Ibel pun harus berbesar hati terhadap pilihan Karra. Sayang, hubungan kasih Dira dan Karra tak melulu berjalan mulus. Pertengkaran kerapkali mewarnai hubungan mereka. Saat keduanya bertekad untuk lebih saling menyayangi dan tak lagi saling menyakiti, Karra harus menghadapi sebuah kenyataan pahit, Dira tergolek tanpa daya di sebuah rumah sakit. Ternyata, selam ini Dira mengidap penyakit kanker otak. Selama ini, Dira selalu ketus dan galak kepada orang karena dia sudah tidak punya semangat hidup lagi. Tapi sejak bertemu dengan Karra, Dira berubah dan memiliki semangat hidup kembali. Dira pun akhirnya meninggal.
Novel berjudul dealova karya Dyan nuranindya ini menceritakan tentang kisah seorang gadis SMU bernama Karra yang memiliki kepribadian cerdas, sedikit nakal, dan periang. Ia memiliki hobi berolahraga terutama basket. Sebagai anak perempuan, Karra cukup tomboy. Orang Tua Karra bekerja di kantor KBRI di New York, itulah sebabnya Karra sangat manja dengan kakaknya, Iraz. Dalam kesehariannya Karra ditemani oleh teman-teman sebayanya dan juga seorang pria yang merupakan teman dari Iraz yakni Ibel. Ibel seorang pria yang menyukai musik dan bermain gitar, secara diam-diam Ibel menyukai Karra, dan menunjukkan rasa sukanya dengan perhatian-perhatian yang Ibel berikan kepada Karra. Namun Karra tidak terlalu menanggapi Ibel karena ia telah menganggap Ibel sebagai kakaknya sendiri.
Ada lagi sosok Dira yang merupakan remaja laki-laki yang baru pindah ke sekolah di tempat Karra bersekolah.Ternyata Dira memiliki hobi yang sama dengan Karra yakni bermain basket. Tentu saja perkenalan Karra dan Dira dimulai di lapangan basket. Dira memiliki karakteristik yang misterius dan pendiam. Namun dengan karakteristiknya yang demikian, ia malah menjadi pusat perhatian para gadis di sekolah, ditambah lagi dengan kepandaiannya bermain basket. Lama-kelamaan Karra pun mulai menyukai Dira, namun sikap Dira terhadap Karra seringkali ketus dan tidak menanggapi Karra.
Seiring berjalannya waktu dan kebersamaan Dira dan Karra, Akhirnya Dira punmenaruh hatikepada Karra. Ibel pun memiliki rasa yang sama terhadap Karra. Keduanya memiliki perasaan yang sama terhadap Karra, namun masing-masing dari mereka menunjukkan rasa sukanya dengan cara yang berbeda. Dira yang cenderung cuek dan ketus ternyata lebih menarik perhatian Karra ketimbang Ibel yang berkarakter dewasa dan selalu berupaya membuat Karra bahagia. Begitu mengetahui keputusan Karra untuk memilih Dira, Ibel pun merasa sangat sedih dan kecewa. Tapi begitulah kenyataan pahit yang harus Ibel terima.
Dalam perjalanan asmara Dira dan Karra, tidak selamanya berjalanmulus. Mereka seringkali bertengkar karena seringnya perbedaan pendapat yang terjadi diantara mereka. Hal ini dikarenakan karakter keduanya yang belum dewasa menghadapi persoalan. Namun pada akhirnya mereka berkomitmen untuk lebih saling menyayangi dan tidak saling menyakiti lagi. Disaat hubunganmereka sedang berlangsung, tanpa sepengetahuan Karra ternyata Dira mengidap penyakit yang sangat sulit untuk diobati. Dokter telah memvonis hidup Dira yang tidak akan lama lagi. Karra sangat sedih menerima kenyataan pahit ini. Hinggapada saat waktunya tiba, akhirnya Dira meninggal dunia.
Setelah sekian lama Dira meninggal, Karra berubah menjadi gadis yang pemurung dan seringkali menangis. Di saat itulah Ibel hadir untuk menghibur hati Karra yang sedang sedih. Pada akhirnya Karra menanggapi perasaan Ibel yang telah lama menunggu terbalasnya cintanya pada Karra.
Keunggulan
Banyak hal- hal yang menarik dalam cerita novel tersebut. Karakter tokohnya juga tidak monoton. Bahasa yang digunakan bahasa anak muda dan mudah di pahami oleh pembaca. Cerita novel ini saling berkaitan dan semuanya bagus. Kesetiakawanan dalam cerita ini terlihat jelas. Menceritakan sebuah perjuangan cinta seseorang yang tak pernah pudar, walau orang yang dia cintai lebih memilih yang lain dari pada dia.
Novel ini sangat cocok dibaca oleh remaja dibawah bimbingan orang tua, dan tidak dianjurkan untuk anak-anak usia sekolah dasar dan menengah. Hal ini dikarenakan tema cinta dan hal-hal yang berbau asmara sangat tidak cocok untuk dikonsumsi karena dikhawatirkan akan menimbulkan pengaruh buruk pada anak-ana
Kelemahan
Bahasa yang digunakan atau yangditulis oleh sang pembuat menggunakan bahasa yang kurang baku. Novel ini Masih menggunakan kertas yang kurang bagus jadi kurang menarik. Kelemahan pada cerita terletak pada alur cerita yang sangat mudah untuk ditebak. Tema ceritanya pun begitu “pasaran”, sama seperti cerita remaja pada umumnya yang terdapat pada sinetron televisi. Konflik dalam cerita pun terasa datar sehingga membuat cerita agak sedikit hambar.


Leave a Comment